Renungan

Otak Kita, Anugerah Maha Dahsyat

Muslimah, adakah kalian tahu tentang otak kita adalah sebuah anugerah maha dahsyat dari Allah Yang Maha Besar?

ANUGERAH MAHA DAHSYAT

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl : 18)

Mari kita merenung secara mendalam, betapa Maha Kasih dan Sayangnya Allah kepada kita!

Kelengkapan anggota badan yang diberikan Allah SWT kepada kita, akan membantu kita menjalankan seluruh kewajiban kita baik urusan dunia dan urusan akhrat.

Mata, hidung, telingga, tangan, dan seluruh anggota tabuh kita merupakan anugrah yang tak ternilai.

Jika kita kupas satu per satu anggota tubuh kita niscaya kita tidak akan mampu menjangkaunya.

Sebagai bahan renungan mari kita bersama-sama mengkaji bagian tubuh kita yang menjadi pembeda anatara kita dan makhluk ciptaan-Nya yang lain.

OTAK KITA

Inilah organ yang sangat vital yang berfungsi mengendalikan seluruh kehidupan manusia.

“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi, Yang menciptakan, lalu membuatnya sempurna.” (Al-A’laa : 12)

 Dalam buku Accelerated Learning: Handbook (Dave Meier) menjelaskan bagian-bagian otak kita:

1. Batang otak (Otak Reptilia)

Bagian ini berfungsi mengendalikan sifat kebinatangan kita yang meliputi nafsu makan, nafsu berkuasa, seksual, berkompetisi, liar tapi terkadang takut dan pecundang. Ketika manusia lahir maka yang mengendalikan aktivitasnya adalah otak reptilian. Oleh karena itu, sejak sejak dini harus diarahkan dan dibimbing secara terpadu, agar tidak tumbuh liar dan tak terkendali.

“Tidak apa-apa masih kecil nakal, nanti kalau sudah besar pasti mengerti sendiri.” Kata-kata ini tidak tepat namun sering sekali kita dengar di lingkungan masyarakat. Seharusnya sejak kecil seorang anak harus dididik tentang pentingnya pengendalian diri agar sifat kebinatangan tumbuh terkendali. Batang otak inilah yang merupakan pengendali Kecerdasan Emosional (EQ).

2. Sistem Limbik (Batang Mamalia)

Bagian ini berfungsi mengendalikan seluruh perasaan marah, sayang, rindu dan juga rasa ketuanan atau keagamaan seseorang. Inilah pentingnya sejak dini seorang anak dikenalkan konsep beribadah, sehingga aspek kalbunya akan tumbuh secara sempurna. Namun jika gagal akan terlahir manusia yang reaktif dan anarkis. Batang mamalia adalah pengendali Kecerdasan Spiritual (SQ).

3. Neokorteks (Otak Berfikir)

Bagian ini berfungsi menguasai ilmu pengetahuan. Dari sinilah kita dapat membedakan pola pikir seseorang. Neokorteks ini merupakan pengendali Kecerdasan Intelektual (IQ).

Selain tiga batang otak yang kita miliki, Sang Pencipta masih melengkapi kita adanya sel otak.

Sel-sel Otak, yang terdiri dari:

a. Kecerdasan potensial yang terdiri dari 100 milyar neutron yang siap menampung berbagai ilmu pengetahuan yang kita pelajari. Dengan bekal kecerdasan potensial ini, tidak ada alasan untuk kita menjadi manusia yang tidak cerdas, dengan mengatakan behwa otak kita terbatas.

b. Kecerdasan koneksi adalah kecerdasan yang dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan antar sel otak untuk membentuk bangunan pemahamandalam penguasaan ilmu pengetahuan. Sel otak dapat saling terhubung dengan kecepatan 1/1000 detik terhadap 100.000 sel otak lain (Subhanallah, Walhamdulillah Allahu Akbar Begitu besar anugrah yang diberikan Allah SWT kepada kita).

Sungguh Maha Kasih Allah dan Maha Sayangnya Sang Pencipta kepada kita.

Lalu apa yang harus kita perbuat atas anugrah yang luar biasa ini?

Tentunya kita akan menjadi manusia yang tidak beradab jika kita tidak berterimakasih kepada Allah SWT  atas anugrahnya.

Mari kita bersama-sama membayangkan apa yang akan teradi jika kita tidak memiliki otak? Dan apa yang dapat kita perbuat apabila kita hidup tanpa otak? (Na’udzubillah)

“Bersyukurlah kepada-Ku maka akan Aku tambahkan nikmat-Ku dan janganlah kufur (congkak/sombong) karena siksaku teramat pedih.” (QS. Ibrahim : 7)

 Adapun manifestasi dari rasa syukur kita kepada Allah SWT adalah:

  • Tertib dalam beribadah sebagai bagian terima kasih kita kepada Allah SWT, bukan lagi sebagai sesuatu yang membebani hidup kita. Renungkanlah apakah boleh jantung kita dibeli dengan harga Rp 1 miliar?

Allah SWT tidak pernah menyuruh kita membeli satu per satu dari semua yang Allah SWT berikan kepada kita.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyah : 56)

  • Menjadikan tekun belajar bukan menjadi beban untuk kita. Namun karena rasa syukur kita kepada Allah SWT atas anugrah otak yang Allah SWT berikan. Bukankah di akhirat semua anggota tubuh akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dilakukannya selama hidup didunia.

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka dan berbicaralah kepada Kami tangan-tangannya dan bersaksi kaki-kakinya dengan apa yang mereka perbuat.” (QS. Yaasin : 65)

“Yaa Tuhanku Aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada Engkau Ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.” (QS. Al-Mu’minuun :97-98)”Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari keburukan yang aku kerjakan dan dari keburukan apa yang belum aku kerjakan.” (HR. Muslim)