Halo Ibu

Perawatan Ibu Pasca Melahirkan

Materi ini hanya akan membahas tentang perawatan Ibu paska melahirkan. Perawatan Ibu paska melahirkan dimulai sejak plasenta keluar sampai enam pekan setelahnya. Pada fase ini Bunda akan mengalami nifas, yaitu keluarnya darah akibat melahirkan. Nifas biasanya berlangsung 4-6 pekan berbeda setiap individunya. Apabila bunda melahirkan secara sesar mungkin aliran darah lebih ringan daripada melahirkan melalui vagina. Awalnya darah keluar seperti saat menstruasi atau semakin melambat.

FAQ

Most frequent questions and answers
bersama Amanda Kurniasih, S.Kep., Ners., M.Kep.

Adanya nyeri, nyeri di daerah perineum (daerah antara vagina dan anus), konstipasi, resistensi urin (gangguan buang air kecil) dan masalah menyusui.

Bunda biasanya mengalami nyeri setelah melahirkan di area perut. Hal tersebut normal dan bermanfaat untuk membantu rahim untuk kembali normal. Untuk mengurangi nyeri, Bunda dapat sering buang air kecil untuk mengosongkan kandung kemih, menggunakan ice bag pada perut kurang lebih 15 menit, atau minum pereda nyeri yang diresepkan dokter.

Apabila bunda merasakan sensasi terbakar, sangat nyeri, pipis berkali-kali atau susah buang air kecil, hal ini bisa menandakan adanya infeksi saluran kencing. Maka segeralah hubungi dokter ya Bunda.

Untuk mencegah kontipasi yang sering kali mengikuti pasca melahirkan. Bunda dapat melakukan hal-hal berikut:

1. Minum air 6-8 gelas perhari

2. Makan buah segar, sayur, sereal, nasi atau roti

3. Apabila direkomendasikan dokter bisa menggunakan laksatif

Adanya pendarahan lebih dari 500 ml.

Cara mengetahuinya adalah apabila dalam 1 jam pembalut nifas penuh atau belum ada satu jamsudah berganti pembalut. Apabila hal ini terjadi segera kunjungi dokter terdekat.

Tanda bahaya lainnya:

1. Pendarahan banyak atau keluar gumpalan darah sebesar lemon

2. Cairan vagina berbau menyengat dan busuk

3. Mengalami nyeri yang sangat sakit di perut

4. Payudara keras, merah dan panas saat disentuh

5. Demam lebih dari 39 derajat celcius

6. Mengalami sakit kepala yang sangat parah dan tidak berkurang setelah minum ibuprofen

7. Nyeri atau benjolan hangat di betis bagian dalam (jangan memijatnya)

8. Tidak bisa tidur karena merasa cemas atau depresi

Berikut langkah-langkahnya:

1. Cuci tangan sebelum dan sesudah merawat area kewanitaan

2. Ambil pembalut dari arah depan ke belakang dan buang ditempat sampah

3. Gunakan air hangat untuk membasuh perineum setelah buang air kecil

4. Hindari penggunaan sabun, feminime hygiene untuk membersihkan perineum. Cukup dengan air bersih atau air hangat saja.

5. Dapat menggunakan ice packs untuk mengurangi nyeri pada area perineum pada 24 jam pertama setelah melahirkan.

6. Duduk dibantal dan hindari duduk pada bidang yang memberikan tekanan di area perineum.

7. Ganti pembalut setidaknya enam kali sehari (setiap 4 jam)

8. Lakukan “Sitz baths” 2-3 kali per hari (merendam area perineum dalam air hangat untuk mengurangi nyeri, meningkatkan kelancaran aliran darah, membersihkan area genetalia)

9. Keringkan dengan tisu tanpa parfum sebelum menggunakan pembalut

10. Direkomendasikan membasuh perineum (lokasi: luka jahitan) dengan air bersih sampai luka sembuh. Tidak perlu menyentuh area jahitan.

Tips pemulihan paska sesar berjalan lancar adalah mengikuti petunjuk pergerakan yang dianjurkan.

Contoh:
1. Menggerakkan kaki setelah obat bius hilang
2. Dua jam kemudian belajar miring kanan dan kiri
3. Setelah itu belajar untuk duduk
4. Dan besok harinya belajar untuk berjalan kaki
Semakin Bunda menunda bergerak maka nyeri akan semakin setia mendampingi.

Jadi, ikuti aktivitas yang dianjurkan perawat dan dokter yaa

Beberapa aktivitas yang harus dihindari oleh Bunda khususnya 3 bulan pertama adalah
1. Mengangkat beban yang lebih berat dari bayi Bunda
2. Melakukan peregangan berat
3. Melakukan pekerjaan rumah tangga berat seperti mencuci, mengepel, atau menyedot debu.

Pastikan bekas luka Bunda bersih dan kering. Segera kontrol ke dokter atau perawat luka apabila luka mengalami beberapa ciri:
1. Kemerahan dan sangat gatal
2. Bernanah
3. Terbuka

Pada wanita yang tidak menyusui, kesuburan mungkin akan kembali 21 hari setelah melahirkan. Konsekuensinya, ia harus menggunakan alat kontrasepsi untuk mengatur jarak kelahiran. Sedangkan, pada ibu yang menyusui ovulasi (kembalinya kesuburan) dapat tertunda dengan syarat:
1. Bayi menyusui penuh
2. Menyusui malam hari berkelanjutan dan rutin
3. Durasi menyusui harian setidaknya 60 menit setiap periode menyusui (total).

Kontrasepsi dengan menyusui ekslusif efektifitasnya dilaporkan hanya sekitar 70%, sehingga saran saya lebih baik tetap menggunakan metode kontrasepsi lainnya (pil Kb laktasi, suntik 3 bulan, atau IUD).

Ibu pasca melahirkan merasakan kelelahan yang luar biasa namun sudah dituntut untuk menjaga dan merawat buah hatinya. Apakah bisa? Bisa, InsyaAllah. Namun Bunda perlu menjaga diri agar tetap sehat dan bugar jiwa serta raga.

Berikut saya paparkan 3 masalah dan solusinya:

1. Tidur
Permasalahan yang paling sering muncul ialah kurang tidur sehingga menyebabkan kelelahan dan risiko terjadinya depresi. Strategi potensial yang dapat dilakukan adalah bersyukur kepada Allah dan menyadari bahwa permasalahan ini buah dari anugrah yang sangat indah. Kemudian menyusun jadwal tidur, bila bayi tidur usahakan ibu ikut tidur, apalagi dalam satu bulan pertama. Silahkan sesuaikan dengan proses adaptasi masing-masing. Jangan lupa ajak diskusi suami ya

2. Menyusui
Menjadi gampang cemas, merasa bersalah, dan stress apabila harapan menyusui tidak sesuai standar yang diinginkan. Solusinya ceritakan pada suami dan temui konselor ASI. Dukungan suami sangat diperlukan. Ingat, insyaAllah semua ibu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Usahakan saja yang terbaik, hasilnya pasrahkan kepada Allah.

3. Sistem Dukungan
Kekurangan dukungan, banyak komentar menyudutkan, dan terlalu banyak campur tangan pihak lain. Cara terbaiknya adalah dapatkan dukungan penuh dari suami, bila dibutuhkan dapat menghubungi terapis dan atau mengadaakan asisten rumah tangga.

Kebahagiaan Ibu, kebahagiaan Bayi. Jadilah Ibu yang bahagia agar bayi bahagia, insyaAllah keluarga juga bahagia dan penuh syukur.

Apabila berat badan tidak kunjung turun dalam 1 tahun pertama hal tersebut bisa menjadi tanda adanya risiko obesitas kronis dan gangguan metabolisme. Cara terbaik yang direkomendasikan adalah dengan mengatur pola makan dan rutin berolahraga. Risiko Obesitas kronis ini terjadi dikarenakan dua faktor utama yaitu intake kalori masuk yang banyak dan sedentary lifestyle (hidup dengan sedikit atau tidak beraktivitas fisik). Kondisi paska melahirkan mungkin menjadi titik kritis bagi kebanyakan wanita dalam kondisi peningkatan berat badan dalam jangka panjang dan perkembangan obesitas. Olahraga rutin dan diet sehat in syaa Allah mampu membuat wanita menuju ke berat badan yang ideal dan meningkatkan status kesehatannya. Untuk detailnya silahkan hubungi ahli gizi terkait.