Halo Ibu

Perawatan Bayi Baru Lahir

Materi ini hanya akan membahas tentang perawatan bayi baru lahir. Perawatan bayi baru lahir terbatas pada bulan pertama kehidupan bayi. Setelah bayi lahir, bayi menggunakan 28 hari pertamanya untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Bayi sedang belajar, Ibu juga sedang belajar. Semua Lelah namun kelelahan yang membahagiakan. Nikmati prosesnya, syukuri segala halnya. Bayi, Ibu, dan suami berkumpul bukan untuk saling menyempurnakan, namun saling memahami dan menerima kekurangan. Hal pertama yang ingin saya tekankan pada perawatan bayi baru lahir adalah persoalan kebersihan diri dan tangan. Upayakan dengan baik agar siapapun yang berinteraksi dengan bayi, sebelumnya telah cuci tangan dengan sabun atau antiseptik dan diri bersih, termasuk pakaian terutama dari asap rokok.

FAQ

Most frequent questions and answers
bersama Amanda Kurniasih, S.Kep., Ners., M.Kep.

Tidak, sebab mentahnik tidak sama dengan memberikan makanan.

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata,

المراد بالطعام ما عدا اللبن الذي يرتضعه والتمر الذي يحنك به والعطل الذي يلعقه للمداواة وغيرها فكان المراد أنه لم يحصل له الاغتذاء بغير
اللبن على الاستقلال

“Yang dimaksud dengan ‘makanan’ adalah yang selain susu yang ia menetek darinya, selain kurma yang ia ditahnik dengannya, dan selain madu yang ia disuapi untuk pengobatan dan yang selainnya. Yang dimaksud adalah bahwa tidak dihasilkan kekenyangan baginya selain dari susu (ASI) saja.” (Fathul Baari 1/352, Syamilah)

MasyaAllah, in syaa Allah kita selalu yakin perintah Allah melalui nabiNya memiliki dampak dan hikmah yang besar. Kita yakin akan hal tersebut meski belum mengetahui dampak dan hikmahnya.

Saya ingin sedikit memaparkan hasil studi literatur yang saya dapatkan pada tahun 2016 lalu, bila kita benar-benar mempelajari banyak manfaat yang didapatkan dari tahnik ditinjau dari segi kesehatan. Berbagai manfaat tahnik yang dilaporkan ialah tahnik mampu mengurangi nyeri yang dirasakan oleh bayi (baik nyeri setelah lahir atau karena intervensi medis), meningkatkan kenyamanan bayi (bila dibandingkan hanya dengan disusui saja), dan membantu pemenuhan kebutuhan glukosa dalam darah bayi. Glukosa dalam darah bayi ini sangat penting, namun ternyata bayi baru lahir memiliki glukosa yang rendah. Glukosa yang rendah dapat menyebabkan bayi susah menyusu, otot-otot melemas, sampai kejang.

1. Bisa dilakukan oleh Ayah atau Bunda
2. Siapkan kurma (Tamr bila tidak ada Rothb bila tidak ada Madu bila tidak ada makanan yang tidak disentuh api)
3. Kunyah lembut kurma
4. Ambil seujung jari
5. Masukkan & gosok-gossokkan dilangit-langit mulut bayi
6. Doakan kebaikan Allahumma Baarikfiih
7. Kurma terlebih dahulu baru ASI (IMD)

Soal mencukur rambut, Tidak memiliki dampak negatif, sebab mencukur rambut bayi sama dengan membuang kotoran dari bayi. Bayi tidak akan masuk angin atau kedinginan karena dicukur rambutnya.

Faktor risiko kebiasaan ibu dan bayi yang dapat dihindari ialah
1. Hindari menidurkan bayi dalam posisi miring
Saat menyusui, apabila anda menyusui bayi di Kasur dengan posisi tidur, pastikan bayi tetap terlentang dan anda yang memiringkan badan. Lebih amannya dalam pengawasan orang lain (suami). Ada budaya di Jawa untuk menyusui dengan duduk, banyak wanita jawa yang diharuskan menyusui dengan duduk bagaimana pun lelahnya. Bila ditinjau dari kesehatan, hal ini memiliki manfaat antaranya mengurangi risiko berbahaya bagi bayi seperti bayi tidur miring dan pernafasannya terhambat.
2. Hindari penggunaan bantal pada bayi
Hal ini ditakutkan bantal dapat menindih bayi dan menutupi jalan nafas bayi.
3. Tidur dalam satu kamar tanpa berbagi tempat tidur.
Tidur dalam satu tempat tidur dengan bayi sebaiknya dihindari apalagi dalam bed yang sempit dan kondisi badan terlalu Lelah.

Ketiga hal tersebut merupakan factor risiko kebiasaan ibu dan bayi menurut penelitian. Apabila anda dapat menghindari sebab dari larangan tersebut, silakan saja bila mau menyusui dengan cara tidur, atau satu tempat tidur dengan bayi. Disesuaikan saja dengan kondisi, asal diyakini aman.

Saya akan paparkan waktu “puput” atau kering dan lepasnya tali pusar berdasarkan cara perawatannya:
1. 4-7 Hari dirawat dengan alami, yaitu dijaga tetap kering dan tidak diberikan apapun (Mandi menggunakan metode lap, bagian tali pusat dibiarkan kering tanpa terkena air).
2. 4-8 Hari dirawat dengan mandi air/sabun (mandi menggunakan bak)
3. 5-9 hari dirawat menggunakan larutan chlorhexidine
4. 9-10 hari dirawat menggunakan alcohol
5. 9-10 hari dirawat menggunakan povidone iodine (betadin)

Dari hasil penelitian diatas tentunya kita akan memilih alternative perawatan nomer 1 atau 2 yaitu membiarkannya tetap kering atau memandikannya langsung menggunakan bak. Apabila sampai hari ke 10 tali pusat belum juga lepas dapat digunakan olesan minyak zaitun untuk mengurangi terjadinya infeksi tali pusat (ompolitis) dan segera ke dokter apabila tali pusat berbau busuk.

Sudah banyak dipahami bahwa tali pusat ini tidak lepas dari budaya dan mitos, tidak hanya di Indonesia tapi diberbagai negara lainnya. Ada yang menggunakan oli, menutup dengan bahan keras, dan lain sebagainya. Kita temukan di Indonesia fenomena menutup talipusat dengan koin, menaburkan sesuatu pada talipusat, dan menutupinya dengan berbagai produk dengan satu keyakinan yakni agar cepat lepas. Perlu dipahami, bahwa hal tersebut sangat rentan dapat menimbulkan infeksi dan sangat berbahaya untuk bayi.

Bedong yang memenuhi persyaratan mampu memberikan keuntungan bagi bayi, salah satunya meredakan nyeri (rasa sakit) yang dirasakan oleh bayi akibat intervensi medis atau ketidaknyamanan bayi terhadap lingkungan barunya.

Bayi boleh dibedong dengan syarat:
1. Menggunakan kain berbahan dasar katun yang menyerap keringat, lembut, dan tidak panas
2. Prinsip utamanya tidak boleh mengikat kencang sehingga bayi susah bergerak. Pastikan menggunakan 2-3 jari untuk menentukan kelonggaran bedong (keketatan medium: cirinya bedong mudah dilepas oleh bayi).
3. Fungsi bedong adalah untuk mengendalikan bayi agar tidak terlalu kelelahan, menenangkan bayi saat menangis, menghangatkan bayi dan meningkatkan kenyamanan.

Gunakan bedong saat dibutuhkan saja dan sangat dianjurkan untuk membiarkan bayi bebas bergerak. Ingat ya Bunda, jangan erat-erat bedong bayinya ya

Oiya, beberapa cara lainnya untuk menurunkan nyeri (nangis, rewel) pada bayi ialah menyusui, kangaroo care, menggendong dan menimang, serta terapi pijat oleh ibu.

WHO Merekomendasikan untuk memandikan bayi minimal 6 jam setelah melahirkan atau setidaknya 24 jam setelah melahirkan. Hal tersebut untuk mengurangi risiko terjadinya hipotermia pada bayi.

Mandi boleh langsung pada ember mandi, boleh dilap, boleh juga dengan swaddled bath. Tidak ada yang lebih baik Teknik ini kecuali ibu merasa nyaman dan efektif memandikan bayi normal. Sedangkan untuk bayi premature, swaddled bath (mandi dengan bayi dibedong) sangat direkomendasikan. Bunda juga dapat menambahkan kursi mandi apabila memerlukan.

Bagaimana Perawatan kulit pada bayi?Untuk bunda yang melahirkan dengan cara operasi sesar, bunda dapat memandikan bayi pada bulan-bulan awal di meja atau tempat tidur berdipan dan bunda dalam posisi duduk dikursi.

Suhu yang direkomendasikan untuk memandikan bayi adalah 38oC untuk mencegah terjadinya kehilangan panas dan memaksimalkan kenyamanan bayi. Mandi di bak mandi bayi lebih direkomendasikan dibandingkan dengan dilap apabila ditinjau dari kenyaman bayi. Namun, pada kondisi tertentu seperti 7 hari pertama kelahiran bayi, mandi dengan dilap lebih direkomendasikan untuk mengurangi risiko infeksi tali pusat. Tapi apakah ibu yang memilih memandikan bayi menggunakan bak pada 7 hari pertama salah? Tidak. Ibu dapat tetap memandikan bayi dalam bak dengan syarat menjaga tali pusat kering setelah mandi.

Banyak sekali produk-produk yang “menggiurkan” untuk perawatan kulit bayi. Mulai dari sabun, minyak, lotion, dan lainnya yang digunakan dalam berbagai keperluan seperti mandi, pembersihan dan perawatan popok. Tidak ada larangan untuk menggunakan produk-produk tersebut selama tidak menimbulkan dampak negative bagi bayi seperti kemerahan, gatal, atau pruntusan. Penelitian menyebutkan tidak ada perbedaan antara perawatan pada bayi menggunakan produk-produk tersebut atau hanya air saja. Dalam penelitian yang sama direkomendasikan menggunakan air saja untuk kebutuhan bayi dan boleh menggunakan sabun yang sesuai dengan PH bayi (contoh produk lactacyd baby).

Khusus untuk pembersihan dan perawatan popok, saya merekomendasikan untuk menggunakan air bersih. Apabila ingin menggunakan tisu basah silahkan diamati dampak terhadap kulit bayi. Prinsipnya adalah meminimalisir dampak negative pada kulit bayi. Bila menggunakan air bersih biasa saya ada tips peralatan yang dibutuhkan untuk menganti penggunaan tisu basah:
1. Botol plastik semprot bersih bebas zat kimia
Isi dengan air matang/air bersih. Ganti setidaknya 3 hari sekali dan pastikan mencucinya 1 pekan sekali untuk menghindari jamur.
2. Tisu kering
Gunakan tisu kering tanpa parfum. Lebih baik gunakan tisu khusus bayi bila mau.

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: