ASI

Posisi dan Pelekatan Menyusui

Muslimah, menyusui si kecil adalah moment penuh cinta yang dapat meningkatkan keintiman ibu dan bayinya. Walaupun mungkin beberapa ibu harus melewati beberapa kesulitan saat awal-awal menyusui. Nah, kesulitan menyusui ini in syaa’a Allah tidak akan terasa jika kita tahu bagaimana cara menyusui yang benar, salah satunya tentang bagaimana posisi dan perlekatan menyusui bayi.

Apa itu posisi dan pelekatan menyusui?

Posisi menyusui adalah cara ibu mendekap bayi saat sedang menyusui. Pelekatan adalah letak mulut bayi pada payudara ibu ketika sedang menyusu. Mengapa sedemikian penting? Posisi dan pelekatan yang kurang tepat dapat menyebabkan kesakitan pada ibu (payudara bengkak, puting lecet dan luka) serta bayi tidak dapat minum ASI secara optimal ketika sedang menyusu, sehingga mengganggu tumbuh kembangnya.

Posisi menyusuinya sebetulnya bisa bermacam-macam, tergantung kenyamanan ibu dan bayi. Tetapi ada elemen-elemen dasar penting yang harus dipastikan untuk mendapatkan posisi yang benar apapun macam posisi menyusui yang digunakan:

    1. Kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus, Jadi biasanya kalau menyusui sambil duduk, bisa letakkan seluruh tubuh bayi di atas bantal agar posisinya tidak terlalu rendah.
    2. Badan bayi didekap dekat dengan badan ibu hingga menempel. Kalau menggunakan posisi tidur miring, berarti indikatornya di perut dimana perut bayi menempel di perut ibu
    3. Tangan ibu harus menopang seluruh badan bayi, bukan hanya kepala dan bahu.
    4. Bawa bayi menghadap ke payudara, dengan hidung bayi berhadapan dengan puting.

Posisi yang biasa digunakan untuk menyusui bermacam-macam, antara lain:

    1. Posisi mendekap atau cradle hold, yaitu menyusui dari payudara kiri dan bayi ditopang dengan lengan kiri.
    2. Posisi menyilang atau cross cradle, yaitu menyusui dari payudara kiri dan bayi ditopang dengan lengan kanan.
    3. Posisi dari samping atau football hold, yaitu menyusui dari payudara kiri dan tubuh bayi disebelah badan ibu serta ditopang dibawah lengan kiri.
    4. Posisi tiduran menyamping atau lying down, muka bayi menghadap payudara dan perut bayi menempel pada perut ibu.

Setelah mendapatkan posisi yang benar, tahap berikutnya adalah memastikan pelekatan yang benar juga:

    1. Mulut terbuka lebar. Jangan buru-buru memasukkan payudara ke mulut bayi jika mulutnya belum terbuka lebar.Tunggu sampai bayi membuka mulut lebar dengan lidah di bawah. ibu dapat mengajari bayi membuka mulut lebar dengan cara: a. arahkan bayi menuju payudara, sentuhlah bibir atas bayi pada puting pelan-pelan mundurkan mulut bayi b. Sentuhkan kembali bibir atas bayi pada puting, mundurkan kembali mulut bayi c. Ulangi hingga bayi membuka mulut lebar-lebar dan lidahnya maju Bayi akan membuka mulutnya lebar untuk mencakup puting dan lingkaran gelap di sekitar puting (areola), puting ibu sebaiknya berada pada langit-langit mulut bayi.
    2. Daerah gelap di sekitar puting (aerola) masuk banyak ke mulut bayi, terutama yang terletak di bagian bibir bawah bayi. Dengan kata lain, Areola yang masih nampak (setelah payudara masuk mulut), lebih banyak di bagian atas daripada bagian bawah. Jadi ketika memasukkan payudara ke dalam mulut, lakukan dari bagian bawah mulut bayi agar areola bagian bawah banyak yang masuk.
    3. Bibir bawah bayi harus melengkung keluar. Jangan sampai mulut bayi berbentuk kuncup (mecucu).
    4. Dagu bayi menyentuh payudara ibu.