fiqih shalat
Fiqih

Kesamaan Durasi Al Fatihah

Beberapa kenyataan yang kami dapati saat shalat berjama’ah:

Pada rakaat 1 dan 2, surah Al Fatihah dibaca sang imam secara jahr (terdengar jelas bagi ma’mum) dengan tartil & suara dimerdukan. Dibaca selama sekitar 40 detik.

Akan tetapi pada rakaat 3 dan 4, karena bacaan sirr (pelan dan hanya terdengar oleh imam), surah Al Fatihah dibaca sangat cepat, hanya 15-20 detik.

Jangan begitu para imam shalat.

Memang disunnahkan waktu berdiri raka’at 3 dan 4 itu lebih singkat daripada berdiri pada raka’at 1 dan 2. Tapi hal ini karena membaca “surat pendek” (istilah kita untuk surat yang dibaca setelah Al Fatihah) tidak disunnahkan pada 2 raka’at akhir, menurut qaul jadid (pendapat baru) madzhab Syafi’i. [1]

Jadi, bacalah surah Al Fatihah di 2 raka’at akhir dengan durasi yang sama, setartil, & seindah bacaanmu di 2 raka’at awal, walaupun bacaannya sirr (hanya terdengar olehmu saja). Bukankah engkau juga berdiri di hadapan Allah dan bacaanmu didengar olehNya?

Diriwayatkan dari Al Qusyairi rahimahullaah, beliau berkata:

أفضل الصدق استواء السر والعلانية

“Kejujuran (keikhlasan) yang paling utama adalah kesamaan (amal) antara keadaan sunyi dan keadaan ramai (banyak orang).” [2]

Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba yang ikhlas & jujur (hatinya).

Wallaahu a’lam

Oleh: Abu Utsman

[1] Imam Nawawi rahimahullaah berkata:

قال أصحابنا وإذا قلنا إنها تستحب فلا خلاف أنه يستحب أن يكون أقل من القراءة في الأولتين

“Berkata sahabat kami: ‘Jika hal itu (membaca surat setelah baca Al Fatihah di 2 raka’at akhir) disunnahkan, maka tak ada perbedaan pendapat bahwa disunnahkan bacaannya lebih singkat daripada bacaan 2 raka’at awal.’ “

[ At Tibyān fī Ādābi Hamalatil-Qur’ān bab 6, hlm. 71 ]

[2] At Tibyān fī Ādābi Hamalatil-Qur’ān karya Imam An Nawawi, bab 4, hlm. 23. Cetakan Darul Kutub Islamiyyah

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: