Halo Ibu

Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir – Dos & Don’ts

Ibu perlu mengetahui cara perawatan tali pusat yang benar dan kapan perlu segera ke dokter bila menemukan tanda-tanda infeksi.

Pada prinsipnya perawatan tali pusat bayi adalah sebagai berikut :

  • Jaga agar tali pusat tetap bersih dan kering

Ibu dan atau pengasuh bayi perlu untuk tetap menjaga dasar/pangkal tali pusat tetap bersih dan kering di mana dasar tali pusat akan mengkerut/mengecil dan lepas sendiri. Bisa dilihat di gambar di bawah ini proses lepasnya tali pusat.

Untuk menjaga tali pusat tetap kering, apabila bayi dimandikan maka disarankan cukup di lap saja dibandingkan dengan mandi di bak mandi bayi karena badan bayi akan terendam/basah dalam jangka waktu lama .

  • Memakaikan popok di bawah tali pusat
  • Tidak memberikan/mengoleskan/meneteskan apapun

Penelitian terbaru menemukan bahwa tali pusat lebih cepat kering bila dibiarkan kering tanpa diberi apa-apa. Apabila terlihat kotor dan lengket maka dibersihkan dengan air bersih saja dan dilap lembut dengan kain lembut serta diangin-anginkan. Pastikan Ibu / pengasuh bayi telah mencuci tangan dengan bersih sebelum memegang bayi.

  • Tali pusat dibiarkan terbuka, tidak dibungkus

Segera hubungi dokter bila :

  • Tali pusat dan sekitarnya terlihat merah dan terus menerus mengeluarkan darah (bila hanya terlihat tetesan darah masih mungkin normal)
  • Keluar cairan kekuningan dan berbau.
  • Bila tali pusat belum puput setelah 2 minggu. Pangkal tali pusat akan benar-benar sembuh dan kering saat bayi berusia 8 minggu, bila melewati waktu tersebut maka bayi dapat diperiksa oleh dokter.
  • Bila bayi mengalami demam tanpa alasan dan tampak tidak sehat
  • Bayi tampak kesakitan hingga menangis bila disentuh tali pusat dan sekitarnya
  • Bila tampak pembenjolan di sekitar tali pusat

Terdapat 2 kondisi selama proses perawatan tali pusat yang perlu diketahui orang tua yaitu :

  • Umbilical Granuloma

Terdapat kondisi di mana pangkal tali pusat bukannya mengering tetapi membentuk granuloma atau massa jaringan parut berwarna kemerahan. Massa ini terus ada di pusat bayi walau tali pusat sudah lepas / puput. Biasanya kondisi ini berlangsung sekitar seminggu, bila setelah seminggu masih ada maka konsultasikan ke dokter anak.

  • Umbilical Hernia (Hernia Umbilikalis)

Apabila pusat bayi terlihat menonjol atau istilah awamnya bodong terutama saat bayi mengejan atau menangis, maka kemungkinan bayi memiliki umbilical hernia.

Umbilical hernia terjadi ketika terdapat lubang/celah pada lapisan otot dinding perut sehingga isi rongga perut (usus) keluar dan tampak seperti benjolan. Umbilical hernia dapat hilang sendiri saat anak berusia 12 – 18 bulan hingga 2 tahun dan orang tua tidak perlu khawatir. Bila setelah usia 2 tahun bahkan hingga usia 4 tahun masih terdapat umbilical hernia maka periksakan ke dr anak.

Kelirumologi / mitos bahwa menempelkan / menekan koin untuk mencegah dan mengobati umbilical hernia adalah tindakan keliru yang bahkan dapat menyebabkan infeksi pada tali pusat bayi.

Semoga bermanfaat untuk BuMil & Calon Ayah

Sumber: Fatimah Berliana Purba, penulis Buku Pintar Asi dan Menyusui

#talipusat
#perawatantalipusat

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: