Kelahiran Bayi

Waktu Sunat Bagi Bayi Laki-laki

Muslimah, setelah melahirkan bayi laki-laki, Anda perlu membuat keputusan penting selain perencanaan aqiqah dan pelaksanaan sunnah kelahiran bayi lainnya, salah satunya yakni menentukan waktu sunat bagi bayi laki-laki Anda. Usia berapakah paling tepat melakukan sunat bagi bayi laki-laki? Untuk sebagian keluarga, pilihan ini dibuat berdasarkan budaya atau kepercayaan agama. Saran kami sebelum membuat keputusan tentang sunat, jangan lupa konsultasikan pada dokter dan pertimbangkan beberapa hal, ya.

Tentang Sunat

Anak laki-laki lahir dengan kulit penutup yang disebut kulit kulup. Kulup menutup bagian kepala penis. Pada prosedur sunat, kulit ini diangkat melalui bedah, sehingga ujung penis terlihat.
Orang tua yang memilih sunat sering melakukannya berdasarkan kepercayaan agama, khawatir tentang kebersihan, atau alasan budaya dan sosial. Biasanya sunat dilakukan pada 7 hari pertama, sering kali dalam 48 jam pertama setelah bayi lahir, baik di rumah sakit atau di rumah untuk ritual agama.

Bila ingin anak Anda sunat di rumah sakit, dokter atau ahli bedah akan melakukan prosedur ini sebelum bayi dibawa pulang. Dokter akan memberi tahu risiko yang mungkin terjadi. Sunat setelah melewati masa baru lahir bisa lebih rumit prosedurnya dan biasanya membutuhkan anestesi.
Pada beberapa kasus, dokter memilih untuk menunda prosedur sunat atau tidak melakukannya saat bayi baru lahir. Bayi prematur atau yang memiliki masalah medis khusus tidak disunat hingga mereka siap pulang dari rumah sakit. Bayi yang lahir dengan kondisi abnormal pada penis yang membutuhkan koreksi melalui bedah biasanya disunat.

Pro-Kontra Sunat

Sisi positifnya, bayi yang disunat kurang berisiko mengalami infeksi saluran kemih, terutama pada tahun pertama usianya. Infeksi saluran kemih 10 kali lebih mungkin terjadi pada anak laki-laki yang tidak disunat dibanding bayi yang disunat. Tapi meski dengan peningkatan risiko infeksi saluran kemih, hanya 1 persen pria yang tidak disunat yang akan terkena. Pria yang disunat juga lebih rendah risiko terkena kanker penis, meski penyakit ini jarang terjadi baik pada pria yang disunat maupun tidak.
Beberapa penelitian mengindikasikan prosedur sunat bisa memberi tambahan pertahanan terhadap penyakit menular seksual seperti HIV pada pria heteroseksual. Untuk HIV khususnya, ada temuan yang berasal dari penelitian yang dilakukan pada populasi pria Afrika, tapi beberapa ahli merasa data ini tidak relevan untuk pria di area dunia lainnya.

Masalah penis seperti iritasi, peradangan, dan infeksi, lebih umum terjadi pada pria yang tidak disunat. Lebih mudah menjaga kebersihan penis yang disunat meski anak laki-laki yang tidak disunat bisa belajar membersihkan bagian bawah kulit kulup saat sudah besar. Ada juga anggapan sunat mengurangi sensitivitas pada ujung penis dan menurunkan hasrat seksual nantinya. Tapi tak ada satupun penemuan tentang hal ini.

Meski sunat memiliki beberapa manfaat medis, ada juga potensi risiko, seperti prosedur bedah lainnya. Risiko ini kecil tapi Anda perlu mewaspadai baik manfaat dan risikonya sebelum membuat keputusan. Komplikasi sunat pada bayi baru lahir jarang terjadi, hanya sekitar 0,2 hingga 2 persen kasus. Yang paling sering adalah pendarahan ringan dan infeksi lokal yang bisa dengan mudah ditangani dokter.

Orang tua sering kali merasa berat memutuskan prosedur ini karena rasa sakit yang ditimbulkan. Dahulu pereda sakit tidak digunakan. Tapi kini dianjurkan dan penelitian menunjukkan kalau bayi yang menjalani sunat mendapat manfaat dari anestesi, jadi kini kebanyakan dokter menggunakannya. Tapi karena ini merupakan standar baru perawatan, tanyakan lebih dulu pada dokter tentang pereda sakit yang akan diberikan.

Ada dua jenis anestesi lokal yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada bayi yang disunat:

    • Krim topikal (krim yang dioleskan pada penis) yang bekerja setelah 20 hingga 40 menit setelah digunakan.
    • Anestesi injeksi yang bekerja dalam waktu lebih singkat dengan efek lebih lama.

Selain anestesi, acetaminophen kadang diberikan. Acetaminophen membantu menurunkan rasa tidak nyaman selama prosedur sunat dan beberapa jam setelahnya. Pemberian dot yang dicelupkan ke air gula dan membedong bayi bisa membantu menurunkan stres dan rasa tidak nyaman.

Waktu Yang Tepat Untuk Sunat

Waktu terbaik untuk sunat bayi adalah ketika bayi berumur antara 24 hingga 72 jam. Dokter tidak menyarankan sunat sebelum usia ini untuk berjaga-jaga bila anak memiliki masalah medis.
Pada beberapa hari setelah lahir, bayi biasanya tidak banyak mengeluarkan darah dan tidak rewel selama sunat. Segera setelah lahir pembuluh darah pada dan sekitar penis meningkat ukurannya. Semakin lama menunggu waktu untuk disunat, semakin tinggi risiko anak membutuhkan jahitan untuk menghentikan pendarahan.

Bunda, setelah melihat berbagai penelitian tentang sunat, manfaat kesehatan sunat pada bayi laki-laki baru lahir melebihi risikonya. Tapi untuk saat ini, bukti ilmiah masih belum cukup kuat untuk rekomendasi sunat pada semua bayi laki-laki baru lahir. Orang tua diminta mempelajari fakta tentang sunat dan menimbang pro dan kontranya.

Selain pertimbangan faktor medis, keyakinan agama dan budaya juga memiliki peran. Bila ini penting bagi Anda, maka perlu dipertimbangkan secara serius. Bicaralah pada dokter untuk membantu Anda memutuskan yang terbaik untuk si kecil. Berikut ini Cara Merawat Penis Bayi Laki-laki baik anda mengambil keputusan untuk melakukan sunat atau tidak untuknya. 

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: