Renungan

Lima yang Menjadi Kebiasaan Salaf

Kadang ada di antara ummat islam yang mengklaim dirinya paling NYALAF, akulah yang sesuai dengan salaf, adapun ente tidak sesuai.

Siapapun bisa mengklaim dirinya paling ini dan itu, akan tetapi klaim dan pengakuan itu belum menjamin dia itu benar.

Maka, jika kita ingin benar benar mengikuti SALAF, maka amalkanlah lima perkara yang menjadi kebiasaan mereka. Bukan hanya OMONGAN doang dan gampang mencela.

Al Imam Al Auza’i rahimahullah (wf.157 H) Seorang Ulama Tabi’in berkata :

خمس كان عليها أصحاب النبي صلي الله عليه وسلم والتابعون بإحسان : لزوم الجماعة، واتباع السنة، وعمارة المساجد، وتلاوة القرآن والجهاد في سبيل الله.

” Ada lima perkara yang menjadi kebiasaan Sahabat Nabi dan orang orang yang mengikuti mereka dalm kebaikan, yaitu :
1. Senantiasa berada di atas jama’ah kaum muslimin.
2. Mengikuti sunnah.
3. Memakmurkan Masjid
4. Membaca Al Qur’an
5. Berjihad di jalan Allah.

( Lihat kitab Hilyatul Auliya’Juz 5/ 59 oleh Abu Nuaim, Syarhus Sunnah Juz 1/147 oleh Imam Baghowi As Syaafi’i, Lihat juga Syarah Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah Juz 1/49 no.48 oleh Al Imam Al Laalika’i).

Saudaraku…
Inilah kebiasaan Salaf kita yang harus kita ikuti.

Mereka senantiasa mencintai sunnah Nabi, mengikuti dan mengamalkannya.

Mereka juga selalu memakmurkan masjid Allah, sholat berjamaah, taklim taklim dan lainnya selalu di masjid.

Dan yang paling menonjol pada diri salaf kita adalah senantiasa membaca Al Qur’an, tidak ada hari yang mereka lewati kecuali dengan banyak membaca Alqur’an.

Imam Nawawi rahimahullah menceritakan kebiasan para salaf dalam membaca alquran :

ومنهم من كان يختم ثلاثا، وختم بعضهم ثمان ختمات، أربعا بالليل وأربعا بالنهار

” Bahkan di antara mereka memiliki kebiasaan menghatamkannya tiga kali tiap malam, ada juga yang menghatamkannya delapan kali, yaitu empat kali di malam hari dan empat kali di siang hari”.

Dan di dalam riwayat bahwa ada di antara mereka yang menghatamkannya 30 Juz dalam shalat witirnya seperti Sahabat Utsamn Bin Affan, Tamim Ad Daary radhiallahu anhuma,

Sedangkan Sa’id bin Jubair dan Mujahid menghatamkannya antara shalat Dzuhur dan Ashar. Dan lain lain. Semoga Allah merahmati mereka. (Di nukil dari Kitab At Tibyan Fii Adaabi Hamaalatil Qur’an hal. 57-61, cet. Daaru Ibni Hazm ).

Maka perbaiki hati dan jagalah hati, jangan dikotori dengan HASAD, IRI, SOMBONG, UJUNG, MEREMEHKAN ORANG LAIN, karrna itu akan membuat hati mati sehingga susah untuk membaca kalam Allah.

Sahabat Utsman bin affan radhiallahu anhu mengatakan :

لو أن قلوبنا طهرت ما شبعنا من كلام ربِّنا، وإني لأكره أن يأتي عليَّ يوم لا أنظر في المصحف

“Kalau sekiraanya hati kita ini bersih, maka kita tidak akan pernah kenyang ( membaca ) firman Rabb kita, dan sungguh aku tidak suka jika hari hari datang kepadaku namun akun tidak membaca alqur’an”. ( HR. Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman Juz 5 hal. 237 No.2149 ).

Dan yang membuat mereka mulia lagi adalah mereka sangat cinta sama JIHAD di jalan Allah, tentunya berjihad harus dengan ilmu yang shahih, bukan seperti orang yang terlalu berlebihan di dalam memahami jihad, begitu juga jangan sampai membenci jihad apalagi mencela para mujahidin.

Semoga Bermanfaat.

Oleh: Muhibbukum Fillah Hasan Al Mubarok

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: