Program Hamil

Perhatikan ini, Sebelum Merencanakan Kehamilan

Muslimah, Menurut organisasi nirlaba Amerika yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi, Planned Parenthood, kehamilan merupakan proses rumit yang melibatkan beberapa tahapan. Kehamilan secara ‘sah’ dimulai ketika sel telur yang dibuahi menempel pada dinding rahim. Prosesnya berlangsung 2-3 minggu setelah hubungan seks dilakukan. Sehingga sebelum merencanakan kehamilan hendaknya kita memperhatikan hal-hal berikut:

Ketahui masa-masa subur

Hanya telur matang yang siap dibuahi oleh sperma. Ovulasi secara umum dimulai sekitar 14 hari sebelum waktu menstruasi berikutnya. Ciri-cirinya, antara lain

  1. suhu tubuh meningkat sekitar setengah derajat serta
  2. lendir vagina lebih banyak juga tidak mudah putus ketika direnggangkan dengan ibu jari dan jari telunjuk.
  3. Jika kamu berhubungan badan dalam kurun 36 jam dengan kondisi tersebut, kemungkinan untuk hamil pun besar. Perlu kamu ketahui pula, sel telur yang telah dilepaskan hanya dapat hidup selama 12-24 jam.

Berhubungan seksual menjelang tidur

Posisi berbaring usai berhubungan seksual akan memudahkan sperma berenang menuju sel telur. Karena itulah, berhubungan seksual menjelang tidur akan memberikan kesempatan yang lebih lama bagi tubuh untuk berbaring sepanjang malam.

Sperma dan sel telur harus ‘berjodoh’

Sperma pun harus melalui perjalanan yang menantang untuk bertemu dengan sel telur. Pasalnya, dari jutaan sperma yang dikeluarkan, hanya satu sel sperma yang dapat bertemu sel telur sehingga pembuahan dapat terjadi. Sel sperma tersebut harus berenang menyusuri leher rahim hingga ke tuba fallopi untuk mencari sel telur. Selain itu, sperma memiliki waktu hingga enam hari saja untuk menemukan sel telur sebelum akhirnya mati.

Di sisi lain, hanya sel telur matang yang siap untuk dibuahi oleh sel sperma. Setiap bulannya, hormon-hormon yang mengatur siklus menstruasi perempuan mematangkan beberapa sel telur tersebut. Hormon-hormon ini pula yang membuat lapisan rahim menjadi tebal dan kenyal. Kondisi yang menyiapkan tubuh untuk hamil.

Minta suami menjaga kualitas sperma

Menurut beberapa penelitian yang dilansir situs kesehatan WebMd, hal-hal berikut ini dapat menurunkan kualitas sperma:

  1. menggunakan celana yang ketat,
  2. berendam air panas,
  3. kebiasaan menaruh telepon genggam dekat dengan testikel, dan
  4. konsumsi kacang kedelai.

Jadi, minta suami untuk menghindarinya agar kamu dapat cepat hamil, ya.

Terapkan gaya hidup sehat

Ada banyak cara untuk mewujudkan gaya hidup sehat. Seperti olahraga teratur, mengonsumsi makanan bergizi, dan tidak merokok maupun minum alkohol.

Hindari stres

Apapun yang dapat menghilangkan stresmu adalah hal baik asalkan menyehatkan. Jika kamu membutuhkan alternatif, beberapa penelitian membuktikan, akupuntur dapat mengurangi stres sekaligus memperbesar kemungkinan untuk hamil. Patut dicoba, nih!

Cara-cara di atas tentu bukanlah mitos, melainkan fakta-fakta yang bersumber dari ahlinya. Jadi, selamat mencoba, ya!

Hentikan penggunaan metode keluarga berencana (KB)

Terakhir, hentikan penggunaan KB dalam bentuk apapun beberapa bulan sebelum rencana kehamilan. Misal, hentikan suntikan Depo-Provera yang mengandung progesteron sekitar sembilan bulan sebelum kamu mencoba untuk hamil. Pasalnya, tubuh membutuhkan beberapa siklus untuk mulai berovulasi lagi secara teratur.

Referensi lain:

  • Artikel “Get Pregnant Faster: Your 7-Step Plan” pada Parents
  • Your Chances of Getting Pregnant, at Every Point in Your Cycle” pada Parents

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: