Program Hamil

Cara Cepat Hamil dengan Mengetahui Tanda Ovulasi

Muslimah, ovulasi atau pembuahan terjadi ketika satu sel telur atau lebih sudah matang dan dilepaskan dari folikel ke tuba falopi. Lalu di dalam tuba falopi, sel telur akan dibuahi. Jika dibuahi, ia akan melekat ke dinding rahim dan proses kehamilan pun dimulai sejak saat itu. Tapi bila tidak dibuahi, sel telur akan hancur dan luruh, kemudian terjadilah menstruasi.

Anda harus berhubungan intim selama satu sampai dua hari sebelum proses ovulasi berlangsung. Hal ini dilakukan karena sperma dapat hidup selama dua sampai tiga hari, sedangkan sel telur hanya dapat bertahan tidak lebih dari 24 jam setelah ovulasi terjadi. Sehingga Anda harus mengetahui tanda ovulasi untuk tahu kapan waktu yang memiliki peluang lebih besar untuk hamil. Proses ovulasi itu sendiri terjadi 12 sampai 16 hari dari periode menstruasi berlangsung.

Tanda ovulasi

Selain menggunakan hitungan hari, Bunda dapat melihat tanda-tanda ovulasi dengan memperhatikan kondisi tubuh. Terdapat beberapa perubahan ketika periode ovulasi sudah dekat, antara lain:

  1. Perubahan lendir serviksBunda sedang ada di kondisi subur jika lendir serviksnya jernih, lembab, dan agak kental. Biasanya lendir serviks berguna sebagai pelindung, tetapi selama periode ovulasi, lendir ini berfungsi untuk membantu sperma dapat melewati leher rahim kemudian ke saluran tuba falopi untuk bertemu sel telur Bunda.
  2. Suhu tubuh naikSetelah ovulasi, suhu tubuh Bunda akan naik sekitar 0,4-1,0 derajat. Bunda mungkin tidak akan merasakannya secara langsung, tetapi Bunda bisa menggunakan termometer untuk mengukurnya. Kenaikan suhu tubuh ini terjadi karena pelepasan sel telur merangsang produksi hormon progesteron yang meningkatkan suhu tubuh.Untuk bisa mengetahui kenaikan suhu basal tubuh, Anda perlu membuat grafik untuk siklus Anda dan mengukur suhu basal tubuh tiap pagi ketika bangun tidur (di waktu yang sama setiap hari). Grafik yang Anda buat memiliki peran kunci dalam memahami siklus Anda. Bila Anda belum membuat grafik siklus sebelumnya, informasi ini tidak akan membantu memahami siklus Anda.

    Tapi sekarang waktu yang tepat untuk memulainya. Dan di masa mendatang Anda bisa melihat sedikit penurunan suhu basal tubuh sebelum Anda berovulasi. Anda akan membutuhkan termometer basal, yang spesifik didesain untuk mengukur fluktuasi suhu yang ringan.

    Ada banyak macam termometer kesuburan di pasaran, tapi selama berupa termometer basal, Anda bisa menggunakannya. Setelah ovulasi, Anda akan melihat suhu yang biasanya naik, dan tetap demikian hingga periode selanjutnya. Bila Anda hamil, suhu akan lebih tinggi. Ini membuat beberapa wanita tahu kapan terjadi menstruasi, dengan melihat penurunan suhu di sekitar waktu menstruasi.

  3. Rasa sakit ovulasiSekitar satu banding lima wanita akan merasa sakit ketika terjadi proses ovulasi. Kondisi tersebut disebut mittelschmerz yang berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam.Gejala ovulasi yang paling tidak nyaman bagi sebagian wanita adalah nyeri pada saat ovulasi (mittelschmerz). Untuk wanita yang mengalami kondisi ini, ovulasi menyebabkan rasa sakit yang konstan dan tiba-tiba di perut bagian bawah.

    Bunda, sangat penting untuk memahami kalau rasa sakit ovulasi bukan hal yang normal. Sensasi nyeri yang ringan masih wajar, tapi rasa sakit tidak. Ini bisa jadi tanda Anda mengalami kista indung telur, adhesi dari pembedahan perut sebelumnya, atau masalah kesehatan lainnya.

    Ini perlu segera diperiksakan, terutama  bila Anda berusaha hamil, karena rasa sakit bisa jadi gejala masalah medis yang bisa menyebabkan ketidaksuburan. Cari tahu lebih banyak tentang rasa sakit ovulasi.

  4. Peningkatan libidoCairan serviks jadi tanda ovulasi fisik yang bisa Anda sentuh dan lihat, tapi ada tanda ovulasi fisik yang bisa Anda rasakan. Ketika ovulasi mendekat, wanita sering merasakan peningkatan gairah seks. Di periode ini, tubuh wanita siap untuk hamil. Meski tingkat testosteron mengontrol libido wanita, tidak terjadi peningkatan testosteron selama ovulasi. Sehingga terjadi penurunan tajam di tingkat estrogen yang membuat tingkat testosteron yang normal lebih efektif dan libido meningkat.Sebenarnya ada banyak faktor yang mungkin jadi penyebab libido meningkat saat ovulasi. Alasan yang paling mendasar, hormon berperan dalam emosi. Misalnya bila Anda mengalami ketidakseimbangan hormon, Anda bisa mengalami depresi. Obat kesuburan juga bisa menyebabkan mood swing. Penelitian telah menemukan kalau sekitar waktu ovulasi, wanita lebih merasa tidak kesepian. Wanita mengalami peningkatan kesadaran diri yang memicu peningkatan libido.

    Penyebab yang mungkin lainnya untuk peningkatan libido bersifat fisik. Seperti telah disebut di atas, hormon LH dan estrogen meningkat. Hormon ini mengubah konsistensi dan jumlah cairan serviks. Peningkatan cairan serviks memicu peningkatan sensasi basah pada vagina. Sensasi basah meningkatkan libido.  Penyebab lain adalah hormon ovulasi meningkatkan aliran darah ke area panggul, ini juga membuat Anda memiliki hasrat seks yang tinggi selama ovulasi.

    Bagaimana bila Anda tidak mengalami peningkatan libido atau Anda merasa ada yang salah dengan hasrat seksual Anda? Bicaralah pada dokter. Libido rendah bisa jadi tanda ketidakseimbangan hormon. Dokter bisa menggunakan informasi ini untuk mendiagnosis masalah kesuburan.

  5. Posisi serviksServiks memberi petunjuk ketika Anda di masa subur. Memeriksa posisi serviks jadi cara untuk membantu Anda mengetahui kalau ovulasi segera terjadi. Anda mungkin perlu melewati beberapa siklus untuk mengetahuinya dan memahami semua variasi serta perubahan pada serviks. Memeriksa posisi serviks paling baik dilakukan di waktu yang sama setiap hari, karena serviks tidak selalu tetap di satu area sepanjang hari.  Selalu cuci tangan sebelum memeriksa serviks. Seperti lendir serviks, serviks selalu berubah untuk mengoptimalkan kemungkinan kehamilan.Ketika Anda tidak berada di masa subur, Anda akan merasakan serviks terasa rendah, keras (seperti ujung hidung) dan kering. Untuk mengidentifikasi serviks subur ingat SHOW: Soft/lembut (seperti daun telinga), High/tinggi, Open/terbuka dan Wet/basah.

Tanda ovulasi lainnya

Berikut gejala ovulasi lainnya yang mungkin Anda alami:

  1. Payudara lembek dan sensitif
  2. Peningkatan tingkat energi
  3. Retensi cairan
  4. Bercak darah yang ringan diyakini akibat penurunan estrogen secara tiba-tiba sebelum ovulasi. Karena tidak segera ada progesteron, bisa terjadi pendarahan sedikit.

Cara mengecek ovulasi

Ada beberapa cara untuk mengecek ovulasi yang bisa membantu Anda mendeteksi perubahan di tubuh yang menandakan ovulasi sudah dekat, yaitu:

  1. Alat prediksi ovulasiAlat prediksi ovulasi bisa dibeli online, di apotek atau supermarket. Alat prediksi ovulasi bekerja seperti tes kehamilan, kecuali alat ini mengukur tingkat LH, yang mengindikasikan Anda akan berovulasi di 12 – 24 jam berikutnya.
  2. Mikroskop ovulasi/tes air liurMikroskop ovulasi juga bisa dibeli secara online dan di apotek. Mikroskop mini ini memungkinkan Anda mengamati pola dari sampel liur yang kering. Ketika subur, air liur terlihat berpakis, pola yang berbeda terlihat saat Anda tidak subur.
  3. Kalkulator ovulasiBila Anda ingin mengetahui hari paling subur berdasarkan tanggal siklus, coba gunakan kalkulator ovulasi yang tersedia banyak di internet. Cukup masukkan tanggal terakhir periode menstruasi, serta panjang siklus Anda. Kalkulator ovulasi akan memprediksi masa subur Anda selanjutnya, jadi selain tanda ovulasi di atas yang perlu diperhatikan, Anda juga punya alat untuk mempercepat menuju kehamilan.Ingat Bun, sperma bisa bertahan hidup di tubuh wanita selama sekitar 3 sampai 5 hari, jadi berhubungan seks sebelum ovulasi terjadi bisa menyebabkan kehamilan. Bila Anda sedang berusaha hamil, tidak perlu melakukan hubungan seks berlebihan dan menghitung di menit Anda sangat dekat dengan ovulasi. Ini bisa membuat Anda kurang menikmati hubungan intim dengan pasangan.

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: