Program Hamil

Cara Berhubungan Seks agar Cepat Hamil

Muslimah. Selama ini, masyarakat terutama remaja diyakinkan oleh pemahaman bahwa kehamilan dapat terjadi kapanpun seseorang melakukan hubungan intim. Tujuannya memang bagus, yakni mewanti-wanti remaja agar tidak terburu-buru melakukan seks di luar nikah karena dapat menyebabkan kehamilan. Hmm, benarkah seorang wanita dapat hamil begitu saja kapan pun setelah penetrasi terjadi? Faktanya, tidak semudah itu wanita dapat mengandung janin dalam perutnya. Agar dapat hamil, Anda harus melakukan seks sebelum ovulasi terjadi, yakni kira-kira dua hingga tiga hari sebelum masa puncak kesuburan Anda datang. Namun bagaimana caranya wanita tahu kapan ovulasi akan terjadi? Lalu seberapa sering wania harus melakukan hubungan seks agar segera mendapatkan momongan? Berikut cara berhubungan seks agar Anda cepat hamil.

Memprediksi Ovulasi (Masa Subur)

Seringkali masyarakat maupun dokter mengatakan bahwa ovulasi terjadi pada hari ke 14 siklus menstruasi (dihitung dari rentang jarak antara hari pertama Anda haid sampai saat haid lagi di bulan berikutnya), sehingga banyak wanita kemudian memutuskan untuk melakukan hubungan intim tepat di hari ke 14. Masalahnya, banyak wanita yang sudah tidak subur lagi pada hari ke 14 siklus menstruasi mereka. Rata-rata ovulasi yang normal terjadi antara 10-20 hari. Jika Anda memiliki siklus menstruasi normal yakni 28 hari, maka sah saja jika memutuskan berhubungan intim di hari ke-14. Namun, jika siklus Anda mencapai 35 hari, maka ovulasi akan terjadi sekitar hari ke 21, bukan hari ke 17.

Lantas, bagaimana donk caranya memprediksi kapan ovulasi terjadi? Well ada banyak metode yang dapat dilakukan, mulai dari ovulation predictor kits hingga alat pengukur temperatur basal. Meski begitu, para peneliti mengaakan bahwa hari terbaik untuk melakukan hubungan seksual agar cepat hamil adalah saat dimana Anda mendapati adanya lendir rahim atau fertile cervical mucus. Lendir ini adalah hasil pembuangan rahim yang bentuknya menyerupai putih telur dan biasanya muncul beberapa hari menjelang ovulasi terjadi.

Gambar Lendir Masa Subur

Mengingat sperma mampu hidup selama dua hingga tiga hari (bandingkan dengan sel telur yang hanya mampu bertahan selama 12-24 jam!), maka mencari waktu penetrasi yang tepat adalah suatu hal yang sangat penting. Timing is everything! Nah, untuk memperbesar kemungkinan terjadinya pembuahan, memang sebaiknya Anda berhubungan intim lebih dari sekali selama masa subur terjadi.

Melakukan hubungan seks sehari atau dua hari menjelang ovulasi

Pendekatan yang paling dianjurkan adalah melakukan hubungan seks sehari atau dua hari menjelang ovulasi serta sekali lagi tepat di hari ovulasi terjadi. Dengan cara itu, ada kesempatan yang lebih besar bagi pria untuk menghasilkan suplai sperma dalam kondisi sehat. Lelaki memang cenderung menghasilkan sperma berkualitas prima setelah absen melakukan kegiatan seks selama satu atau dua hari. Jika pria tidak melakukan seks selama beberapa minggu, justru kualitas sperma akan menurun. Padahal, semakin sehat kualitas sperma seorang pria, maka sperma akan lebih kuat berenang menuju sel telur untuk melakukan pembuahan.

Berawal dari pembuahan ini lah, maka si kecil akan mulai tumbuh menjadi embrio yang merupakan cikal bakal terbentuknya janin mungil dalam perut Ibu. Kondisi sperma yang baik juga mempengaruhi kesehatan embrio lho, Bun. Jangan sampai Anda terlanjur merasakan gejala-gejala kehamilan dan telah didiagnosa mengandung namun harus kecewa karena mengalami kehamilan kosong.

Masih bingung cara mengetahui masa ovulasi?

Tidak mengapa, memang tidak semua wanita dapat dengan mudah mengetahui kapan tepatnya masa ovulasi terjadi. Terkadang karena tidak ada tanda-tanda yang kentara atau memang siklus yang tidak teratur hingga susah untuk dihitung. Meski begitu, jika Anda memang benar-benar berniat untuk hamil, cobalah mulai menghitung siklus Anda selama beberapa bulan dan periksa apakah tanda-tanda ovulasi berikut ini terjadi:

  • Timbul rasa tidak nyaman pada perut bagian tengah.
  • Payudara terasa nyeri saat ditekan.
  • Naiknya temperatur basal tubuh (BBT) sekitar 0.4 hingga 1 derajat Fahrenheit. Ukurlah sesaat setelah bangun tidur, dua hari setelah ovulasi terjadi. Anda akan mulai yakin dengan perhitungan siklus setelah melihat skema BBT tiap bulannya.
  • Vagina mengeluarkan lebih banyak cairan yang menyerupai putih telur

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: