Program Hamil

Hindari Hal-Hal Ini Jika Ingin Hamil

Muslimah, jika saat ini Anda berencana untuk hamil maka ada beberapa kebiasaan yang perlu diubah. Berikut ini adalah penyebab gangguan kesuburan yang perlu Anda jauhi jika Anda sedang berusaha untuk memiliki keturunan.

Stres

Menurut penelitian, stres bisa mengacaukan rencana kehamilan Anda. Hal ini disebabkan karena stres bisa mempengaruhi fungsi hypothalamus, kelenjar di otak yang mengatur selera makan dan emosi. Kelenjar ini juga mengatur hormon yang memberitahu ovarium untuk melepaskan sel telur. Saat mengalami stres, Anda bisa terlambat atau sama sekali tidak mengalami ovulasi pada siklus biasanya.

Anda perlu memahami perbedaan antara stres yang konstan dan tiba-tiba. Tubuh sering kali mampu menyesuaikan diri pada stres yang bersifat konstan, misalnya stres yang terjadi setiap hari. Meski mengalami stres jenis ini, Anda masih bisa tetap berovulasi secara konsisten pada tiap siklusnya. Stres yang tiba-tiba bisa timbul karena kematian anggota keluarga, kecelakaan, atau perceraian. Kondisi ini dapat mengacaukan proses ovulasi dan mengganggu siklus Anda.

Tentunya setiap wanita menanggapi kondisi yang terjadi dengan cara yang tidak sama. Ada wanita yang bisa mengalami penundaan ovulasi karena kelelahan setelah melakukan perjalanan ke luar kota atau keluar negeri. Tapi ada juga yang tidak mengalami masalah pada siklusnya meski sedang kelelahan hingga menghadapi beberapa kejadian traumatis.

Muslimah, anda juga perlu tahu bahwa stres bukan hanya reaksi terhadap sesuatu yang negatif. Stres akibat hal yang positif juga bisa mempengaruhi siklus Anda. Pengantin baru sering kali mengalami siklus yang tidak wajar, hal ini dikarenakan mereka sedang mengalami stres positif tentang pernikahan mereka.

Saat Anda mengalami stres, cairan serviks menjadi sedikit, hal ini bisa menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang salah pada diri Anda. Padahal seharusnya ketika mendekati masa ovulasi biasanya terjadi peningkatan pada cairan serviks. Cairan yang sedikit itu berarti ovulasi tertunda karena stres yang Anda hadapi.

Muslimah, stres memang mempengaruhi kapan Anda berovulasi tapi hal ini tidak mengganggu kesempatan Anda untuk berhasil hamil. Sehingga Anda tidak perlu cemas selama Anda bisa mengidentifikasi waktu ovulasi dengan melihat cairan pada serviks Anda.

2. Kafein

Muslimah, jika Anda termasuk penyuka minuman kopi dan teh. Ketahuilah fakta ini, kafein dapat mempengaruhi kesuburan Anda. Beberapa penelitian telah menunjukkan keterkaitan antara konsumsi kafein dan kemampuan wanita untuk mengandung. Pada penelitian terhadap binatang ditemukan bahwa kafein dapat mencegah sel telur berkembang dengan baik. Sel telur yang kurang matang bisa menjadi tidak subur, sehingga bisa mempengaruhi kesempatan Anda untuk hamil. Penelitian pada binatang memang tidak berarti memiliki hasil yang sama pada manusia. Yang paling penting adalah berhati-hati dan kurangilah mengonsumsi kafein jika Anda mengalami kesulitan untuk hamil.

Faktanya, jumlah kafein yang kurang dari 300 mg per hari tidak mempengaruhi kesuburan wanita. Tapi ada sebuah studi yang menemukan 200 mg atau lebih kafein per hari meningkatkan resiko keguguran. Masih diperlukan penelitian lebih jauh untuk mengetahui efek pada dosis yang lebih tinggi.

Kopi tentu saja makanan yang mengandung kafein. Jumlah kafein dalam secangkir kopi sangat bervariasi, bergantung kepada jenis kopi, bagaimana proses pembuatannya, serta takaran pada setiap penyajiannya. Untuk mengatur asupan kafein Anda, waspadailah sumber kafein lain, seperti minuman ringan, minuman berenergi, coklat, dan es krim kopi. Kafein juga terkandung pada beberapa produk herbal dan obat. Pastikan Anda membaca dulu label pada kemasan sebelum menggunakan produk ini.

Muslimah, jika Anda berniat berhenti mengkonsumsi kafein, lakukan secara perlahan untuk menghindari gejala seperti kelelahan dan sakit kepala. Anda mungkin bisa mulai dengan mengurangi jumlah kafein menjadi setengahnya. Setelah terbiasa tanpa kafein, rasa susu dengan campuran sirup sebagai pengganti kopi akan terasa nikmat di lidah dan tenggorokan Anda. Ditambah lagi kandungan kalsium pada susu yang sangat baik untuk Anda.

3. Alkohol

Muslimah, sebagai seorang muslim alkohol adalah minuman yang dilarang untuk kita konsumsi. Jika Anda pernah mengkonsumsinya, Anda harus berhenti mengkonsumsi alkohol bukan hanya karena ingin memiliki keturunan, namun lakukanlah ini semata-mata karena mentaatiperintah dan larangan Allah SWT.

Faktanya, bayi dapat berkembang dengan cepat selama minggu-minggu pertama kehamilan, bahkan sebelum calon ibu menyadari dirinya hamil. Namun di beberapa penelitian menunjukkan kadar alkohol yang wajar pun dapat meningkatkan resiko keguguran.

4. Mandi Air Panas

Muslimah, sarankan pada suami anda untuk menghindari berendam di bak mandi hangat karena testis sangat sensitif terhadap panas. Testis pria perlu berada pada lingkungan yang lebih dingin untuk memproduksi sperma. Dan dibutuhkan waktu dua hingga tiga bulan untuk memproduksi sel sperma yang matang. Sperma yang tidak matang biasanya tidak dapat bertahan. Karena aktivitas berendam air pana yang suami Anda lakukan pada bulan Januari dapat mempengaruhi perkembangan sperma yang dikeluarkan di akhir Maret atau awal April.

Kondisi yang sama terjadi pada sperma suami Anda yang bersepeda hampir tiap hari. Jumlah sperma yang dihasilkan menjadi lebih rendah sebagai akibat dari panas di sekitar kantung kemaluan, yang berada di antara kedua kaki dan sadel sepeda. Mandi air panas, bersepeda, sauna, bahkan mengenakan pakaian yang ketat mungkin pada kondisi yang normal tidak menjadi masalah. Tapi seorang laki-laki dengan jumlah sperma sedikit sebaiknya meninggalkan aktifitas ini jika ingin istrinya hamil.

Tak ada bukti yang menyatakan panas dapat mempengaruhi sel telur seorang wanita. Penelitian menunjukkan peningkatan suhu tubuh selama awal kehamilan meningkatkan resiko kelahiran cacat. Studi di tahun 2003 mendapati wanita yang menggunakan air panas untuk mandi di awal kehamilan dua kali beresiko mengalami keguguran. Jika Anda ingin benar-benar aman, jangan lagi mandi air panas dari sekarang.

5. Berpakaian Ketat

Sebagai seorang muslimah, hendaknya kita memakai pakaian yang longgar dalam artian tidak ketat dan sesuai syari’at sebagai bentuk ketaatan kita pada Allah. Mengenakan pakaian dalam atau celana yang ketat memang tidak akan merusak sel telur wanita. Selain hal ini dilarang dalam Islam hal tersebut tidak direkomendasikan karena tidak kondusif untuk kesehatan ginekologis. Infeksi mikroorganisme tumbuh subur saat pakaian ketat menjebak panas dan lembap. Jangan gunakan bahan sintetis yang bersentuhan langsung pada vagina. Selain itu gunakanlah pakaian dalam berbahan katun, atau setidaknya pakaian dalam dengan bagian selangkang terbuat dari bahan katun. Celana dalam sejenis G-string, sangat mungkin menjadi penyalur bakteri dari dubur ke vagian karena bentuknya yang melekat. Jadi hindari penggunaan jenis  pakaian ini setiap hari, meski Anda tidak sedang berusaha untuk hamil.

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: