Kelahiran Bayi

Cara Merawat Penis Bayi Laki-laki

Sunat dapat dilakukan pada bayi laki-laki yang baru lahir, asalkan bayi tersebut dalam keadaan sehat dan stabil. Dalam melakukan sunat, dokter akan memberikan bius terlebih dahulu lalu dengan bantuan klem khusus yang dijepitkan, dokter akan membuang bagian kulup. Setelah sunat, penis akan mendapat perlakuan berbeda tergantung pada metode sunat yang dipilih.

Cara Merawat Penis Yang Disunat

Berbeda dengan sunat ketika anak laki-laki sudah cukup besar, bayi belum bisa memberi tahu Anda keluhan apa yang ia rasakan. Bayi juga tentu belum bisa menjaga area penis tetap higienis dan sehat setelah sunat. Karena itu, penting bagi orangtua untuk memerhatikan panduan merawat bayi setelah sunat di bawah ini.

Tips merawat bayi setelah sunat

  1. Jaga agar tetap bersih, jaga area penis dan selangkangan agar tetap kering dan bersih setiap selesai menganti popok untuk mencegah terjadinya iritasi.
  2. Lindungi penis sebaik mungkin, biasanya Anda akan disarankan untuk mengoleskan petroleum jelly di ujung penis bayi setelah memandikannya, walaupun hal tersebut bertujuan untuk mengurangi gesekan antara penis bayi Anda dengan popok yang ia pakai, tetap ikuti petunjuk dosis dan pemakaian dari dokter.
  3. Gunakan popok besar dan longgar, hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko gesekan dan tekanan pada ujung penis dengan popok ketika bergerak.
  4. Hati-hati ketika memandikan bayi, mandi seperti biasa boleh dilakukan namun mandi dengan menggunakan spon mandi atau lap air hangat lebih dianjurkan selama kurang lebih sepekan pada masa penyembuhan. Setelah itu kita dapat memandikannya seperti biasa dengan berendam di air hangat.
  5. Berika obat pereda nyeri yang diperlukan, Anda dapat memberikan obat pereda nyeri berupa paracetamol (acetaminophen). Perhatikan dosis dan petunjuk pemakaian yang disarankan oleh dokter.

Biasanya penis akan sembuh dalam 7 hingga 10 hari. Awalnya bagian ujung penis akan terlihat sedikit bengkak dan berwarna merah, juga ada sedikit darah di popok si kecil. Anda juga akan melihat kotoran berwarna kekuningan dan keras setelah beberapa hari. Ini adalah proses penyembuhan yang normal.
Segera hubungi dokter bila melihat masalah berikut:

  • Kemerahan meningkat
  • Pendarahan terus-menerus atau banyak darah pada popok
  • Tidak pipis secara normal dalam 12 jam setelah sunat.
  • Demam
  • Tanda infeksi lain seperti bengkak, kotoran bertambah banyak, atau adanya benjolan berisi nanah

Jangan khawatir, dengan intervensi yang cepat, hampir semua masalah terkait sunat dengan mudah bisa diatasi. Namun, jika karena beberapa faktor tidak memungkinkan sehingga bayi Anda belum bisa disunnat, berikut cara merawat penisnya.

Cara Merawat Penis Bayi Yang Tidak Disunat

Seperti pada penis yang disunat, penis yang tidak disunat juga harus dijaga kebersihannya. Tak ada produk mandi khusus yang dibutuhkan, air hangat tiap kali memandikan bayi sudah cukup. Jangan menarik kulit kulup untuk membersihkan bagian bawahnya. Kulit kulup akan tertarik dengan sendirinya sehingga bisa ditarik dengan mudah. Ini biasanya terjadi setelah anak mencapai pubertas. Saat anak tumbuh besar, ajarkan bagaimana membersihkan bagian bawah kulit kulup dengan perlahan menarik ke belakang kelenjar dan membilasnya dengan air hangat.

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: