Kesehatan Anak

Waspadai Fimosis Pada Anak

Fimosis pada anak dengan usia kurang dari lima tahun merupakan kondisi di mana kulup melekat pada kepala penis dan tidak dapat ditarik kembali dari sekitar ujung penis. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak yang belum disunat. Namun, ada juga beberapa kasus di mana fimosis sejak bayi berlanjut hingga masa kanak-kanak dan masa pubertas. Tentunya kondisi ini harus mendapat perawatan dokter agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan. Meski pada sebagian kasus seiring perkembangan tubuh, bagian kulup akan menjadi lebih longgar dan dapat ditarik, namun ada pula yang menetap dan menimbulkan gangguan. Sehingga mewaspadai terjadinya fomosis pada anak sejak dini adalah pilihan yang tepat agar dapat mencegah risiko fimosis saat dewasa.

Kondisi Fimosis pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Fimosis pada anak karena kondisi bawaan lahir, sebagian kasus ada yang tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, hindari menarik secara paksa pelekatan antara kulup dan kepala penis, karena berisiko menimbulkan luka pada kulup bayi. Umumnya pelekatan ini akan terpisah secara alami, pada usia 5-7 tahun atau usia pubertas.

Secara umum, fimosis pada anak tidak perlu dikhawatirkan. Meski demikian, Anda juga tidak boleh meremehkan fimosis pada anak Anda, sebab jika salah perawatan bisa menjadi gangguan yang serius seperti menimbulkan gejala kemerahan, nyeri atau bengkak, bahkan peradangan kepala penis (balanitis).

Cara Merawat Fimosis pada Anak

Untuk merawat fimosis pada anak yang penting adalah selalu membersihkan penis secara teratur. Basuh perlahan penis bayi dengan air hangat setiap hari, pada waktu mandi. Hindari menggunakan bedak, serta sabun yang mengandung pewangi pada penis anak Anda karena dapat menyebabkan iritasi.

Karena penanganan fimosis pada bayi berbeda dengan fimosis pada anak atau orang dewasa. Selalu konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut. Untuk memberikan penanganan yang sesuai dengan dialami anak Anda, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menilai gejala fimosis yang dialami oleh anak Anda.

Langkah pengobatan, yang mungkin akan ditawarkan pada Anda dapat hanya memberikan krim kortikosteroid untuk dioleskan pada ujung kulit kulup pada kepala penis anak 3 kali sehari selama 1 bulan. Tujuan diberikan krim ini adalah untuk membantu mengendurkan kulit. Bahkan bisa juga merekomendasikan anak Anda untuk segera disunat karena dianggap pilihan pengobatan yang terbaik untuk fimosis.

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: