Kelahiran Bayi

Manfaat dan Risiko Sunat Bayi Laki-laki

Muslimah, tidak ada yang salah atau benar dengan keputusan menyunat bayi laki-laki. Namun, pertimbangkan baik-baik mengenai manfaat dan risiko sunat bayi laki-laki. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter untuk saran terbaik. Menurut sebuah organisasi dokter anak Amerika, sunat pada bayi laki-laki memang memiliki risiko, namun manfaatnya secara medis jauh lebih banyak. Oleh karena itu, sunat bisa dipertimbangkan untuk dilaksanakan, tetapi bukan suatu kewajiban secara medis.

Manfaat tersebut antara lain:

  • Mencegah masalah penis
    Terkadang, kulup pada penis yang tidak disunat bisa menjadi sulit atau tidak memungkinkan untuk ditarik ke atas (phimosis). Kondisi ini bisa memicu peradangan pada kulup.
  • Lebih mudah dibersihkan
    Sunat membuat penis lebih mudah dibersihkan. Meski penis yang tidak disunat pun sebenarnya tidak sulit untuk dibersihkan.
  • Menurunkan risiko penyakit
    Termasuk risiko terkena infeksi saluran kemih (ISK), infeksi menular seksual dan kanker penis. ISK pada laki-laki lebih umum terjadi pada mereka yang tidak disunat. Jika infeksi parah pada bayi tidak ditangani dengan tepat, dapat memicu masalah ginjal nantinya.

Infeksi menular seksual dapat diturunkan risikonya dengan prosedur sunat, termasuk HIV. Namun, bukan berarti bisa bebas melakukan hubungan seks sembarangan. Perilaku seks yang aman dan sehat tetap diperlukan.

Secara umum, kanker penis jarang terjadi, namun kemungkinan terjadinya menjadi lebih besar pada penis yang tidak disunat. Selain itu, nantinya perempuan yang menjadi pasangan seksual dari laki-laki yang disunat lebih berkemungkinan untuk terhindar dari kanker serviks.

Risiko Sunat yang Menyertai

Risiko sunat tergolong rendah. Tingkat komplikasi sunat sekitar 0,1-35%, dengan sebagian besar komplikasi melibatkan infeksi, perdarahan, dan gagalnya membuang kulit kulup yang cukup. Perdarahan dan infeksi ini bisa timbul dari iritasi akibat gesekan popok dan amonia dalam urine.

Komplikasi sunat yang lebih serius seperti:

  • Cedera pada penis. Misalnya fistula uretral, nekrosis penis, dan amputasi sebagian. Peradangan pada bukaan penis (meatitis) dan gangguan yang berkaitan dengan kemih, misalnya meatal stenosis.
  • Rasa nyeri saat ereksi ketika sudah dewasa. Hal ini disebabkan terlalu banyak kulit yang dipotong, namun jarang terjadi
  • Kemungkinan risiko yang berkaitan dengan masalah kulup. Misalnya kulup gagal sembuh dengan baik, dipotong terlalu pendek atau terlalu panjang, maupun kulup yang masih menempel di ujung penis hingga butuh bedah perbaikan.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Sunat

Setelah mengetahui manfaat dan risikonya, bila kemudian memilih untuk menyunat bayi laki-laki Anda, penting untuk memerhatikan beberapa hal berikut :

Pastikan sunat dilakukan oleh seorang profesional yang berpengalaman. Di beberapa daerah, khususnya di kota-kota besar, sunat bisa dilakukan di rumah sakit oleh dokter bedah maupun dokter anak. Sementara itu, ada pula beberapa kelompok religius yang dapat menyelenggarakan sunat, baik oleh tenaga medis maupun tenaga non-medis yang terlatih.

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: